Jumat, 13 April 2012

Reclining Budha

Interest banget waktu mau liat patung Budha Tidur yang katanya besaaaaar sekali… iseng juga ya sebenernya, lagi tidur aja dikunjungi banyak orang, hehe.. ternyata patungnya memang super besar! dengan tinggi 15 meter dan panjang 46 meter. Satu bangunan besar, hanya berisi patung Budha sedang berpose tidur ala-ala model yang sedang dilukis :p







Sebelumnya si pak guide sudah memberitahu kami, nanti kalau mau foto yang kelihatan seluruhnya di ujung, pas bagian kaki Budha. Ternyata benar lho, semua bisa tertangkap kamera. Mulai satu per satu dari kami bergantian foto sama patung Budha yang dilapisi emas tersebut. yak, antri... antri...
By the way, patung ini konon katanya sudah ada sejak 200 tahun sebelum Bangkok menjadi ibukota Thailand. Keren ya!

Pintu untuk keluar masuk dibuat di sisi yang sama, sehingga pengunjung pertama memasuki ruangan lagsung dapat melihat kepala Budha dari bagian depan, terus mengitari patung tersebut, dan keluar lagi di bagian belakang kepala Budha. Selain patung, terdapat pula beberapa barang kuno, seperti buku, patung, logam-logam, dsb.






Di sepanjang jalan pun tertata semacam mangkok yang terbuat dari logam yang biasanya diisi oleh pengunjung secara sukarela. Tapi saya juga kurang tahu untuk apa uang-uang tersebut.
Setelah puas berkeliling, hanya dalam beberapa menit saya sudah keluar lagi… Siap-siap untuk berjalan dan menyebrang sungai dengan kapal. Yeey! Wat Arun, I’m comiiiing………………..

Senin, 05 Maret 2012

Pattaya Floating Market

Yang ada di pikiran saya pertama kali akan mengunjungi floating market adalah asyiknya naik sampan, transaksi dengan pedagang di atas sampan pula, dan takut basah (*kapal oleng,dsb). Ternyata salah besar! Pattaya Floating Market yang dimaksud di sini merupakan bangunan yang memang sengaja dibuat mengapung di atas danau / sungai, bukan pasar terapung yang sebenarnya. Di tengah kekecewaan tidak jadi naik sampan, saya berjalan mengelilingi pasar tersebut. Dan ternyata menarik juga, di sisi kanan-kiri banyak pedagang makanan yang baunya (serta asapnya) bertebaran kemana – mana.

Yang pertama saya cari adalah : KETAN MANGGA! Ini nih makanan yang direkomendasikan sama bapak pelatih saya ‘Pak Tjono’ yang pernah berkunjung ke Thailand. Dan memang rasanya enaaaaaaakkkk bangeeettt!! (*masih terbayang aroma mangga khas Thailand :9). Tadinya saya pikir juga aneh, cuma ketan dilumuri susu atau santan saya tidak tahu, yang pasti warnanya putih, lalu irisan mangga utuh di atas ketan tersebut, ternyata rasanya sangat enak! Menurut saya itu juga karena buah mangganya yang enak, berbeda dari yang pernah saya makan di Indonesia. Yang pasti, kalau berkunjung ke Thailand, jangan sampai tidak mencicipi ketan mangga.

Setelah menghabiskan si ketan mangga, saya berkeliling pasar tersebut mencari minuman khas Thailand Thai Tea! Dengan bahasa Inggris ala kadarnya, ditambah gerak tubuh, saya memesan Milk Thai Tea. Slurrpp, segarrr…. Interior kios kecil yang menjual berbagai olahan teh khas Thailand ini membuat betah berlama-lama sambil beristirahat. Sebagai orang yang gemar fotografi (*bukan dalam arti sebenarnya, maksud saya:"nampang" hihi, tidak melewatkan kesempatan untuk berfoto di lokasi ini. Harga minumannya? Hanya 35Baht untuk 1 gelas ukuran besar. Cuaca siang itu yang panas, cocok sekali dengan minuman yang menyegarkan sebelum lanjut berkeliling di pasar yang cukup luas ini.

Di pasar terapung ini, dijajakan banyak cinderamata khas Thailand. Mulai dari gantungan kunci, kaos segala ukuran (mulai bayi sampai dewasa), miniatur, kerajinan tangan, tas dan teman-temannya, semuanya ada. Saya memasuki Floatra Souvenir Shop karena saya memperoleh stiker tamu dari Pak Chalerm yang bisa memberi tambahan diskon 7% (kecil sih, tapi orang Indonesia paling senang bila ada kata diskon, hehe…). Di sana saya hanya membeli kaos bertuliskan “Pattaya Floating Market” berwarna pink muda, yah sekedar untuk kenang-kenangan. Sayangnya saya berkunjung ke sini sewaktu siang menjelang sore, jadi cuaca sedikit panas. Jika lebih malam mungkin akan lebih indah dan bisa berkeliling lokasi dengan sampan. Tidak heran tempat ini dipenuhi turis-turis mancanegara yang sedang berkunjung ke Pattaya untuk bersantai dan membeli oleh-oleh.

Sabtu, 03 Maret 2012

Nonton Gajah di NongNooch Tropical Garden

Tanggal 11 Desember 2011, pagi hari, saya pergi ke NongNooch Village di Pattaya. Sebuah taman wisata yang luuuaaaass... konon katanya, pemilik taman ini adalah orang yang sangat kaya (pantes lah :p). Selain taman yang cantik, di tempat ini juga terdapat pertunjukan tradisional Thailand. Saya menonton sebuah pertunjukan yang menurut saya sagat lengkap, dalam satu pertunjukan kita dapat menyaksikan berbagai macam atraksi sekaligus. Mulai dari pertunjukan tari-tarian, musik tradisional,Thai boxing, drama berikut gajah, sampai (lagi-lagi) si bencong.

Setelah menonton pertunjukan tradisional Thailand, saya pindah lokasi menonton pertunjukan gajah Thailand. Wow, gajahnya benar-benar pintar! Jumlah gajah yang terlibat dalam pertunjukan pun sangat banyak, sekitar 50 gajah. Gajah - gajah telah dilatih untuk beratraksi memasukkan bola basket ke dalam keranjang, main sepak bola, naik kendaraan, melukis, melakukan gerakan-gerakan layaknya manusia, serta memijat! Penonton yang hampir keseluruhan adalah turis asing terpukau dengan atraksi yang disuguhkan para gajah. Oke, di Taman Safari Indonesia ada pula atraksi gajah seperti ini. Namun kali ini saya harus mengakui bahwa atraksi gajah di Thailand memang lebih variatif dan bagus. Ditunjang lagi dengan jumlah gajah yang banyak dan arena yang luas.

Seusai pertunjukan gajah, penonton dapat berfoto bersama gajah hanya dengan membayar 50Baht. Saya tidak mau ketinggalan,saya ikut naik ke atas 2 belalai gajah yang disatukan membentuk seperti sebuah ayunan. kapan lagi... Di sekitar arena pertunjukan juga terdapat toko souvenir yang bisa dibeli untuk oleh-oleh. Terdapat pula arena berfoto bersama bencong maupun foto dengan menggunakan kostum tradisional Thailand.

Setelah itu, saya dan rombongan makan siang di tempat itu juga. Makanan Thailand pada dasarnya sama saja dengan makanan Indonesia. Ada ayam, ikan, sayuran, yang bumbunya menurut lidah saya relatih sama. Jadi, jika berlibur ke Thailand tidak perlu pusing memikirkan akan cocok dengan makanannya atau tidak. Pasti cocok!

Rabu, 29 Februari 2012

Pattaya Beach Thailand

Puas menyaksikan Bencong Show, perjalanan saya lanjut ke souvenir shop Hard Rock Pattaya. Silahkan bagi yg mau berbelanja souvenir… kalau saya sih cuma window shopping saja karena uang pas-pasan. Hihihi… Setelah itu, saya menuju hotel yang berjarak tidak jauh dari Hard Rock. Saya menginap di Baron Beach Hotel. Kamarnya nyaman dan bersih, makanan untuk breakfast juga oke, yang pasti lokasinya benar-benar strategis. Keluar dari pintu hotel, langsung berhadapan dengan Central Festival Mall. Berjalan kira-kira 20 langkah, langsung sampai di pantaiiii…. Ssstt, bonus tambahan, tengah malam bisa menyaksikan adegan penari str*pt*s dari balik jendela kamar! Hahaha… Mungkin kebetulan di bangunan sebelah sedang ada pesta.

Suasana pantai Pattaya kurang lebih sama dengan Bali, bahkan Bali sebenarnya jauh lebih bagus. Tapi pemandangan ‘malam’nya Pattaya terlihat lebih ‘liar’ :p. Di sepanjang pantai terlihat pria dan wanita berbusana minim saling berpelukan, berciuman, saling pangku, dan adegan orang bermesraan lainnya. Untungnya saya sudah diingatkan oleh Pak Chalermshak (guide) untuk tidak duduk-duduk di pinggir pantai. Salah-salah, malah bisa ditawar! Hahaha…


Pemandangan lainnya adalah café-café yang dipenuhi oleh bule yang sedang menghabiskan malam di Pattaya, serta jajanan pinggir jalan yang menggoda. Ada gerobak dipenuhi serangga-serangga goreng (mungkin di Indonesia seperti pisang goring atau mendoan kali ya…), sebenarnya saya ingin sekali mencoba salah satu dari mereka. Tetapi karena tidak ada yang berminat saya mengurungkan niat. Ada juga makanan-makanan lain yang dibakar. Aneka souvenir juga dijajakan di sepanjang jalan, harganya cukup terjangkau. Namun, saat itu saya belum berhasrat untuk belanja karena saya berencana belanja di hari terakhir (Bangkok) saja.

Senin, 27 Februari 2012

Sate Buaya & Bencong Show Thailand

Akhirnya… bisa menulis lagi di sini… (maaf ya blog, kutinggal sangat lama, *cup cup) gara2 kesibukan -- apa lagi selain yg disebut SKRIPSI. Tetapi di sela2 mengerjakan skripsi, akhir tahun lalu, tepatnya tanggal 10 Desember saya sempat berkunjung ke negri gajah putih “Thailand”, yeay!!

Perjalanan dimulai dengan terbang menggunakan maskapai kebanggaan Indonesia, Garuda Didadaku ups Garuda Indonesia :p. Perjalanan memakan waktu 3 jam (selama itu pula saya nonton film) tanpa terasa, sampailah saya di bandara Suvarnabhumi, Thailand. Melihat deretan pesawat Thai Airways,baru ngeh deh "Saya sudah sampaii! :D" Kesan pertama turun,bandaranya baguuuuusss dan besaaarr…. jadi berandai-andai, seandainya bandara Indonesia juga direnovasi jadi bagus. Fuuuh~

Setibanya di Thailand, saya disambut mbak2 Thailand yg mengalungkan rangkaian bunga. Wow, berasa jadi turis! (*emang turis sih, hihi) langsung deh foto bareng si embak. Oh iya, jumlah rombongan saya ketika itu sekitar 12 orang. Kami lalu menempuh perjalanan ke Pattaya dengan menggunakan bus. Pemandangan di sepanjang perjalanan ke Pattaya tidak ada yg istimewa, menurut saya sama saja kalau kita bepergian melalui jalur pantura, haha!


Sekitar 1,5 jam perjalanan, sampailah kami di Sriracha Tiger & Crocodile Show, Pattaya. Saya langsung masuk dan mengambil tempat duduk untuk menyaksikan pertunjukan macan. Macan di tempat tersebut memang sangat terlatih, mereka bisa melakukan atraksi-atraksi yg membuat kagum dan mengundang banyak turis mancanegara untuk meyaksikan pertunjukan tersebut. Pertunjukan macan selesai! Saya menuju lokasi pertunjukan buaya. Saya tidak benar-benar menikmati pertunjukan tersebut. Pertunjukan hanya berisi 2 ekor buaya yg diam di tempat, mangap-mangap, dan tingkah ala buaya yg memang begitu. Oh Oke… saya tidak tertarik. Hahaha…

Selesai melihat pertunjukan, keberanian saya muncul dan mencicipi “SATE BUAYA”. Kelihatan mengerikan ya, tapi pada dasarnya soal rasa hampir seperti daging ayam dengan bumbu pedas, namun dengan tekstur ‘sandal jepit’! kenyal alias alot. Harganya 100Baht untuk 5 tusuk. Setelah itu, saya melanjutkan perjalanan lagi, dan menonton ALCAZAR SHOW, bencong show yg tersohor itu.. Perlu diketahui, banci di Pattaya sangat cantik! hati-hati buat para lelaki yg mungkin tertipu dengan penampilan luarnya, bisa jadi 'dalam'nya sama, hahaha! Show yang berjalan selama kurang lebih 1 jam menyuguhkan nyanyian, tarian, serta efek panggung yg dibuat sedemikian rupa membuat penonton yg berjumlah ratusan orang terpukau. Show dibagi ke dalam 3 sesi, bocoran dari guide, ambillah show jam pertama, karena si bencong masih fresh.. hehe.. Setelah pertunjukan kita dapat berfoto bersama si bencong dengan tarif 40Baht. Jika ada yg ingin mencium, bayar 100Baht, ingin pegang-pegang? boleehh...bayar 500Bath.

;;